[Catatan] Di Balik Benang Merah Penerjemahan Sherlock Holmes

081-EditBiasanya buku klasik cukup menguras waktu dan tenaga penerjemahnya. Namun syukurlah, The First Case of Sherlock Holmes: A Study in Scarlet tidak seberat buku klasik yang saya terjemahkan sebelumnya. Saya masih bisa menangkap ceritanya tanpa harus bolak-balik membaca teks supaya mengerti. Untungnya, buku ini beken dan sering diulas. Jadi, bisa dibilang saya tidak kekurangan bahan riset jika menemukan masalah, walaupun keputusan tetap di tangan saya sendiri.

Meski begitu, bukan berarti buku ini bebas tantangan. Ada bagian-bagian yang sukses membuat saya tidak tidur pulas berhari-hari. Contohnya kasus berikut. Dalam suatu kalimat, Watson berkata, “I keep a bull pup.” Lengkapnya: I laughed at this cross-examination. “I keep a bull pup,” I said, “and I object to rows because my nerves are shaken, and I get up at all sorts of ungodly hours, and I am extremely lazy. I have another set of vices when I’m well, but those are the principal ones at present.” Konteksnya, karena akan tinggal serumah dengan Sherlock, Watson merasa perlu menyebutkan kekurangan-kekurangannya supaya Sherlock tidak kaget kelak.

Continue reading

THE FIRST CASE OF SHERLOCK HOLMES: A STUDY IN SCARLET

SH
Judul asli: A Study in Scarlet
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit: Visimedia
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penyunting: Fitria Pratiwi
Cetakan: I, Maret 2013
Tebal: 276 halaman
ISBN: 9789790651784

Continue reading