Kumpul Editor Fiksi Gramedia

kumpul editor gpu 28 nov 2015
ki-ka: Anastasia Mustika W (chief editor fiksi GPU), Dharmawati, Novera Kresnawati, Rosi L. Simamora.

Untuk menyegarkan ingatan akan ilmu penyuntingan dan selingkung Gramedia Pustaka Utama serta fungsi dan tugas editor, redaksi fiksi GPU menggelar acara “Kumpul Editor GPU dan Ngobrol Bareng tentang Penyuntingan” Sabtu, 28 November 2015 di Kompas Gramedia Building, Jakarta.

Acara yang diikuti puluhan editor in-house dan freelance GPU ini menghadirkan tiga pembicara: Dharmawati (mantan editor fiksi GPU, penerjemah lepas), Novera Kresnawati alias Vera (editor fiksi GPU spesialis naskah lokal teenlit). dan Rosi L. Simamora (mantan editor fiksi GPU, penerjemah, editor, dan penulis puluhan buku).

Subjektivitas Editor

Di sesi pertama, Mba Dharma dan Mba Vera menyampaikan tips penyuntingan novel terjemahan dan lokal. Tips ini mungkin sudah diketahui sebagian besar penerjemah/editor, tetapi sesuai tujuan acara, materi semacam ini perlu diingatkan terus, apalagi bahasa terus berkembang.

Continue reading

Advertisements

Di Balik Penyuntingan “A Game of Thrones”

IMG_3941

Jika biasanya saya diorder penerbit, untuk penyuntingan terjemahan A Game of Thrones (GoT) sayalah yang mengajukan diri. Awalnya karena animo pembaca yang begitu membeludak saat tahu buku pertama seri novel fantasi A Song of Ice and Fire karya George R.R Martin ini akan diterbitkan Fantasious. Sejujurnya, saya ingin sekali terlibat penggarapan buku unggulan ini. Kedua, karena kebetulan saya tahu penerjemahnya teman saya Barokah Ruziati (Uci), yang sudah beberapa kali bekerja sama dengan saya. Saya selalu belajar banyak dari terjemahannya. Alhamdulillah, Muthia Esfand, editor Fantasious, setuju.

Meski begitu, atas pertimbangan tertentu, penerbit memutuskan tidak menyerahkan seluruh proses penyuntingan GoT kepada saya. Saya mendapat sepertiga awal buku, sisanya disunting editor in-house Fantasious sendiri. Dengan penyuntingan model begini, alhamdulillah buku bisa lebih lekas terbit.

Sejak awal Muthia sudah mengatakan bahwa penerjemahan GoT akan melibatkan Westeros Indonesia, komunitas penggemar seri novel fantasi ini, sebagai pembaca pruf. Westeros ID juga meminta Fantasious menunjuk penerjemah dan penyunting yang pernah membaca buku ini. Permintaan yang sangat dimengerti, mengingat terjemahan sebaiknya dipegang oleh orang yang menguasai materi.

Continue reading