[Ulasan] The Cuckoo’s Calling


cuckoo-1

Riwayat detektif partikelir Cormoran Strike nyaris tamat kalau tidak datang tawaran pekerjaan dari seorang pengacara di London. Pengacara itu meminta Strike yang hampir bangkrut menyelidiki kematian adiknya, Lula Landry, supermodel yang cantik jelita.

Lula diduga bunuh diri dengan melompat dari balkon flatnya menjelang dini hari. Namun, sang kakak yang meragukan keputusan tersebut memutuskan mengumpulkan bukti, di antaranya rekaman CCTV dua orang asing yang berkeliaran di sekitar TKP, serta pengakuan tetangga Lula tentang pertengkaran di flat sang supermodel beberapa saat sebelum kejadian.

Strike, yang juga punya masalah pribadi dan baru saja menerima sekretaris temporer bernama Robin Ellacott, akhirnya menerima tawaran tersebut. Dibantu Robin yang diam-diam berbakat sebagai detektif, Strike menemukan sejumlah keganjilan. Dari keterangan orang-orang di sekitar Lulatetangganya yang produser film, perancang mode yang tergila-gila padanya, gadis tunawisma yang dikenalnya saat rehabStrike berhasil menguraikan peristiwa tragis ini.

Deskripsi yang Kuat

Setelah tersendat cukup lama, akhirnya kelar juga saya membaca The Cuckoo’s Calling. Ditulis JK Rowling dengan pseudonim Robert Galbraith, novel ini mengobati kerinduan saya akan dua hal: tulisan jenius lain Rowling setelah serial Harry Potter, serta cerita detektif dengan plot brilian ala Agatha Christie yang sudah jarang saya temukan.

Meski begitu, untuk bersanding dengan Hercule Poirot dan sel-sel kelabunya, Cormoran Strike masih butuh waktu. Kendati keduanya sama-sama pemikir, yang senang duduk merenungi kasus dan tiba-tiba memunculkan solusi gemilang yang tak terpikirkan siapa pun, kasus yang dihadapi Poirot sering kali begitu mustahil terpecahkan. Dalam The Cuckoo’s Calling, saya mulai bisa menebak motif kasus Lula Landry dan kira-kira siapa pelakunya di tengah buku.

Novel ini secara keseluruhan seru meski lamban di beberapa bagian. Interogasi Strike kadang terlalu panjang hingga agak membosankan. Tetapi dalam pertanyaan-pertanyaan yang seakan tak berhubungan itulah justru tersimpan petunjuk. Dalam hal ini, saya mengapresiasi Rowling yang menyimpan detail-detail penting dalam celotehan para tokohnya.

Seperti dalam serial Harry Potter dan The Casual Vacancy, Rowling selalu kuat dalam deskripsi dan penokohan. Strike digambarkan tidak tampan, besar bak raksasa, dengan perut membuncit dan rambut di sekujur tubuh, sedangkan Robin, asistennya, gadis yang menarik dan cerdik. Rasa ketertarikan sebenarnya muncul di antara mereka, tetapi Rowling sepertinya sengaja menggantung hal ini, sebagai tanda niatnya meneruskan serial Cormoran Strike.

Ratapan si Burung Kukuk

Di situs webnya, Rowling menjelaskan bahwa judul The Cuckoo’s Calling atau Dekut Burung Kukuk diambil dari puisi sedih karya Christina Rossetti berjudul “A Dirge”, yang bercerita tentang ratapan terhadap seseorang yang mati muda. Puisi ini pula yang menjadi pembuka novel ini.

Saya harus memberi pujian pada Gramedia yang menyerahkan penerjemahan puisi ini kepada M. Aan Mansyur, penulis asal Makassar dan di ranah twitter dikenal dengan nama @hurufkecil. Sebagai penerjemah yang terkadang “apes” bertemu dengan puisi, saya paham sulitnya menerjemahkan puisi agar maknanya sampai sekaligus menjaganya tetap berima. Inilah puisi yang dimaksud berikut terjemahannya:

A DIRGE
by Christina G Rossetti

Why were you born when the snow was falling?
You should have come to the cuckoo’s calling,
Or when grapes are green in the cluster,
Or, at least, when lithe swallows muster
For their far off flying
From summer dying.

Why did you die when the lambs were cropping?
You should have died at the apples’ dropping,
When the grasshopper comes to trouble,
And the wheat-fields are sodden stubble,
And all winds go sighing
For sweet things dying.

SEBUAH RATAPAN
oleh Christina G Rossetti

Kenapa kau lahir saat salju membuat langit bungkuk?
andai saja kau tiba ketika musim dekut burung kukuk,
atau saat buah-buah anggur di tandan meranum hijau,
atau, setidaknya, saat kawanan burung camar berkicau
sehabis menempuh perjalanan jauh yang ganas
menyelamatkan diri dari serangan musim panas.

Kenapa kau mati saat bulu-bulu domba dipangkas?
andai saja kau pergi ketika buah-buah apel ranggas,
atau saat gerombolan belalang berubah jadi masalah,
dan lahan gandum semata hamparan jerami basah,
dan napas angin berembus sangat berat
sebab semua hal indah tiba-tiba sekarat.

Data buku

Judul asli: The Cuckoo’s Calling
Penulis: Robert Galbraith
Alih bahasa: Siska Yuanita
Alih bahasa puisi hlm 7 dan 517: M. Aan Mansyur
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan I, Januari 2014
Tebal: 520 halaman
ISBN:  9786020300627

Advertisements

15 thoughts on “[Ulasan] The Cuckoo’s Calling

    1. Bukaaan. Bukunya kusampul pake Quick Film. Tapi aku lengah di bagian itu. Ada udara yang masuk ke situ sebelum sempat kulicinkan. Jadinya lecek. Sediiih 😥

      1. ooh… kenapa pakai quick film buat sampul buku, mbk? *baru tahu soal quick film*

      2. Aku kadang nyampul buku pake quick fikm, abis kayaknya rapi aja. Tapi sebel rasanya klo sampai kejadian kayak di atas 🙂

      3. jadi penasaran ma quick film, selama ini pakai yang plastik gulungan buat sampul buku 😀

      4. Biasanya aku beli di Gramedia, dan yang bagus merknya “Quick Film”. Suka banyak merk lain, tapi aku lebih nggak jago lagi makenya. Pake plastik gulungan juga bagus kok, aku kadang2 aja pake QF ini 😀

  1. Rupanya bisa ya, pakai penerjemah khusus buat puisinya 🙂 Apalagi kalau puisinya mengandung teka-teki, lebih perlu diterjemahin yang udah biasa ngotak-atik puisi.

    1. Aku baru ngeh ini Yayan yang dulu aku kenal di Multiply ya >,<… Hehe iya, makanya acara peluncurannya gede-gedean. Jaminan deh klo JK Rowling 😀

  2. saya juga baru selesai baca novel ini minggu lalu, pas udah sampe tengah novel sempet udah bisa nebak pelakunya tapi dibikin ragu-ragu lagi, hehe.
    masih kelihatan ada ciri khas JK Rowling banget karena tiap tokoh pasti ada deskripsi detil tentang ‘penampakan’ fisik yang unik dan langsung cling kebayang di kepala. penerjemahnya jagoooo, ah mupeng pengen bisa jadi penerjemah novel juga 😀

    1. Sama, kesanku juga begitu, paling seru kalau Rowling udah menjabarkan tokoh-tokohnya, rasanya langsung kebayang gerak-geriknya, orangnya kayak apa, nyebelin atau nggak hehehe… Aamiin, moga-moga bisa jadi penerjemah novel ya, Endah, itu pekerjaan paling nyenengin sedunia *lebay 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s