Deg-degan Menerjemahkan Puisi sang Pejuang Revolusi


che-guevara-tes
Puisi di atas muncul dalam bahan terjemahan saya. Judulnya “Canto a Fidel” atau “Lagu untuk Fidel”. Aslinya dalam bahasa Spanyol dan ditulis Che Guevara sang gerilyawan sebelum bertolak ke Kuba untuk mengikuti gerakan revolusi di bawah pimpinan Fidel Castro. Saya tahu Che Guevara begitu masyhur dan tulisannya sering dikutip di mana-mana. Maka, jangan heran kalau saya deg-degan ketika harus menerjemahkan puisinya.

Di internet, ada beberapa versi puisi ini dalam bahasa Inggris, tapi saya tidak menemukan versi bahasa Indonesianya. Secara garis besar, saya menangkap maknanya, yaitu kekaguman dan dorongan semangat Guevara terhadap Castro untuk membebaskan Kuba dari cengkeraman diktator. Saya coba menerjemahkan puisi di atas, dan inilah hasilnya untuk bait pertama:

Berangkatlah, sang nabi fajar yang bersemangat,
Menyusuri jalan yang jauh dan belum terjamah
Demi membebaskan daratan yang begitu kaucintai …

Terus terang saya kurang sreg. Pertama, saya tidak tahu benarkah Guevara menyebut Castro “nabi”, ataukah terjemahan saya terlalu harfiah untuk “prophet“. Kedua, dari hasil googling, saya menemukan “green caiman” itu sejenis reptil yang menggambarkan bentuk pulau Kuba, dan saya tidak tahu apakah ada rasa yang hilang jika langsung diterjemahkan “daratan”. Akhirnya, setelah lama mengutak-atik, saya putuskan berkonsultasi dengan Ronny Agustinus, penerjemah yang menguasai bahasa Spanyol dan sastra Amerika Latin. Dari masukan mas Ronny, saya menemukan cara berpikir baru untuk menerjemahkan puisi ini.

“Let’s go, ardent prophet of the dawn“. Menurut mas Ronny, pembukaan puisi ini lebih tepat diterjemahkan “Ayo”. Aslinya “Vámonos” (c’mon atau let’s go), jadi berupa seruan atau ajakan. Kata ini sering dinyanyikan Dora the Explorer sebelum bertualang: “C’mon vámonos—everybody let’s go“. Untuk “prophet“, di puisi ini Che memang memanggil Fidel “profeta” atau “nabi”, meski bisa diartikan “pengabar” jika kata “nabi” terlampau berat.

Along remote and unmarked paths“. Aslinya: “por recónditos senderos inalámbricos“. “Remote” atau “recónditos” lebih tepat “terpencil” ketimbang “jauh”. Berikutnya, “green caiman” atau “verde caimán” memang sebutan untuk Kuba yang bentuknya mirip buaya. Menurut mas Ronny, jika “buaya hijau” sulit ditangkap pembaca awam, “daratan hijau” atau “kepulauan hijau” sudah mewakili. Akhirnya, usulnya seperti ini:

Ayo, pengabar fajar yang berkobar-kobar
Susuri jalan terpencil yang belum dipetakan
‘Tuk bebaskan daratan hijau yang begitu kau cinta

Saya bukan ahli puisi, dan jujur, sering lemas kalau harus menerjemahkan puisi. Tapi, saya akui versi mas Ronny lebih menggambarkan semangat yang ingin disampaikan Guevara, makna yang justru saya tangkap sejak awal. Versi saya lebih seperti bercerita, bukan berupa seruan atau dorongan.

Dari diskusi di atas, bait-bait selanjutnya saya kembalikan ke versi asli bahasa Spanyol dan saya bandingkan dengan versi bahasa Inggris. Ternyata ada beberapa kata yang diubah si penerjemah, mungkin agar makna yang ingin disampaikan lebih mengena bagi pembaca bahasa Inggris. Untungnya, di zaman internet ini, kamus Spanyol-Inggris mudah ditemukan. Memang prosesnya lama, tapi saya penasaran hehe… Dan, beginilah hasil puisi “Lagu untuk Fidel” versi saya secara lengkap.

Ayo, pengabar fajar yang bergelora,
Susuri jalan terpencil yang belum terpetakan,
‘Tuk bebaskan daratan hijau yang begitu kaucintai …

Ayo, ganyang segala hinaan,
Dengan semangat memberontak yang tak pernah padam,
Bersumpah untuk menang atau mati.

Ketika terdengar tembakan pertama
yang menyentak seluruh hutan,
Kami, bertarung dengan tenang, akan ada di sisimu

Ketika kau teriakkan ke empat penjuru
reformasi agraria, keadilan, pangan, dan kemerdekaan,
Kami, menyerukan hal serupa, akan ada di sisimu.

Dan ketika operasi bersih melawan tiran
berakhir di penghujung hari,
Kami, bersiap untuk pertempuran terakhir, akan ada di sisimu.

Hasil terjemahannya sudah saya serahkan. Semoga editornya tidak berkerut kening membacanya. Tapi yang lebih penting lagi pembaca, karena setiap tulisan adalah untuk pembaca. Semoga puisi bergelora ini bisa diterima.

Sumber foto Che Guevara: www.freepik.com

*) Yaay, ternyata ini postingan ke-100 di blog ini 😀

Advertisements

6 thoughts on “Deg-degan Menerjemahkan Puisi sang Pejuang Revolusi

  1. Sepertinya kita sulit “lepas” dari puisi, aku pun tak menyangka ketika menerjemahkan nonfiksi masih harus ketemu puisi:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s