Menyelipkan Informasi Tambahan dalam Terjemahan


Memasukkan informasi tambahan ke dalam buku terjemahan kadang sulit dihindari.  Biasanya untuk menjelaskan istilah yang dianggap belum dikenal pembaca Indonesia. Seperti terjemahan yang sedang saya garap. Ada kalimat:  It was like a Tardis. Konteksnya, si tokoh menemukan kamar yang sangat berbeda dengan bagian lain isi rumah yang dikunjunginya. Karena berasumsi istilah Tardis* masih asing bagi banyak pembaca, saya pikir saya harus menyelipkan informasi yang menjelaskannya.

Cara yang umum adalah menggunakan catatan kaki. Tapi sering kali pembaca protes jika terlalu banyak catatan kaki. Kebetulan, dalam beberapa buku terjemahan, saya menemukan beberapa strategi lain yang biasa dipakai penerjemah untuk menyelipkan informasi tambahan (Ket. A: Teks asli, T: Terjemahan).

Memberikan penjelasan dalam kurung.

A:The afternoon was bright in a Crayola kind of way, simple blue sky, yellow circle of sun outside my window.

T: Siang hari itu cerah seperti warna-warni Crayola (merek mainan berwarna cerah; penerj.), langit biru, lingkaran kuning matahari di luar jendelaku.

Find Me; Rosie O’Donnel; Gramedia 2009 (penerjemah: Sofia Mansoor)

Menjelaskan dalam kalimat panjang lebar sehingga seolah menjadi bagian dari tulisan itu sendiri.

A: “Abominable” was Mam’zelle’s favourite adjective. She used it for everything – the weather, a broken pencil, the girls, and her own eye-glasses when they slipped off her big nose!

T: Mam’zelle paling senang menyebut kata abominable, yang arti harfiahnya “mengerikan” atau “sangat buruk”. Kata itu selalu dipakainya untuk menyatakan apa saja. Keadaan cuaca, pensil yang patah ujungnya, anak-anak di kelas, dan bahkan kacamatanya sendiri, jika untuk kesekian kalinya merosot dari hidungnya yang besar!

Si Kembar di Sekolah yang Baru; Enid Blyton; Gramedia 1982 (penerjemah: Agus Setiadi)

Memberikan tanda pisah (em dash).

A: On Boxing Day and the weekend that followed and on Hogmanay, before the streets filled again with cars and schoolchildren, before the other tenants came back from their holidays, Sammar waited by the landing armed against the cold.

T: Pada Boxing Day—26 Desember—dan pada akhir pekan sesudahnya, dan pada Hogmanay—malam tahun baru—sebelum jalan-jalan dipenuhi lagi dengan mobil-mobil dan anak-anak sekolah, sebelum para penyewa lain kembali dari liburan mereka, Sammar menunggu di dekat tangga dengan perlengkapan penahan dingin.

Sang Penerjemah; Leila Aboulela; Gramedia 2011 (penerjemah: Rahmani Astuti)

Baru ini cara-cara yang saya temukan. Saya yakin pasti masih banyak strategi yang digunakan penerjemah untuk menyelipkan informasi tambahan tersebut. Silakan diagih di sini 🙂

______
* Mesin waktu dalam film televisi fiksi sains Doctor Who.

Advertisements

8 thoughts on “Menyelipkan Informasi Tambahan dalam Terjemahan

  1. Terima kasih buat insight-nya. Btw, Kutipan yang anda jadikan contoh itu berasal dari buku yang Anda terjemahkan ya? Salam sukses slalu. 😀

    1. Sama-sama, Mas. Terima kasih udah mampir ya… Oh, bukan, kutipan di atas berasal dari buku-buku yang pernah saya baca. Akan saya tambahkan informasi penerjemahnya. Sukses selalu juga ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s