Si Pembelit Lidah


Dalam terjemahan saya, saya menemukan kalimat berikut ini:

How much wood would a woodchuck chuck if a woodchuck could chuck wood?

Ini bukan permainan kata, melainkan apa yang bisa disebut sebagai “tongue twister” atau “pembelit lidah”. Di Google, banyak sekali contoh pembelit lidah semacam ini, termasuk kalimat di atas.

Karena dalam terjemahan saya pembelit lidah ini hanya disinggung satu kali dan tidak punya makna khusus selain sebagai lelucon, saya memutuskan tidak menerjemahkannya. Saya meramban situs-situs web tentang pembelit lidah, seperti tautan ini, lalu memilih yang lucu menurut saya.

Kenapa kuku kaki koki kakekku kaku kayak kuku kaki kakak kakekku?

Moga-moga yang baca pun merasa lucu.

Advertisements

7 thoughts on “Si Pembelit Lidah

  1. Dalam bayanganku seperti ‘Berapa banyak kupu-kupu di malam hari kalau ditambah kupu-kupu malam?’ CMIIW:)

    1. Hmm, mungkin bisa juga. Tapi waktu nerjemahin si chuck-chuck itu aku merasa lucu banget. Jadi nyarinya yg pengen selucu dan selincah itu juga, meski gatau nanti ama editornya justru digunting dan diganti atau nggak :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s