Is that you?


Begini ceritanya, si pembicara sedang menunggu kawannya dan tiba-tiba mendengar sesuatu, sehingga dia langsung berkata:

“Is that you?”

Sebelum mendapat masukan dari seorang teman, saya menerjemahkannya:

“Apakah itu kau?”

Kalau dipikir-pikir nggak banget deh… Lantas teman saya mengusulkan:

“Kaukah itu?” atau “Kamu ya?”

Kembali ke konteks juga. Kalau teksnya agak “berat” atau santun, mungkin yang pertama bisa dipakai. Tapi jika suasananya lebih santai bisa yang kedua. Ada masukan lain?

Advertisements

5 thoughts on “Is that you?

  1. kalau aku mungkin jadi lebih panjang, mbak. “Kau sudah datang, ya?” atau “akhirnya datang juga…” toh dari awal si temannya memang sedang “ditunggu”. IMHO

    1. Iya, setuju yang “akhirnya datang juga…” Btw, “kaukah itu?” aku dapet ide darimu, na, wkt awal2 aku di matahati, dan sampe sekarang klo ketemu kalimat itu, aku makenya ini terus… hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s